Rocky Gerung: Semua Kartu Sudah Dibagikan, Tinggal Kartu Pradungu

Puolitik.com – Pengamat politik nasional Rocky Gerung kembali melontarkan cuitan yang diduga menyindir Capres petahana Joko Widodo. Diketahui, Jokowi kembali menjanjikan tiga kartu baru untuk masyarakat jika terpilih pada Pilpres 2019.

Ketiga kartu itu adalah Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah dan Kartu Pra-Kerja. Kartu-kartu itu diperkenalkan dalam Konvensi Rakyat bertajuk “Optimis Indonesia Maju” pada Ahad (24/2/2019) lalu di Sentul International Convention Center, Jakarta.

Rocky Gerung menyebut dalam twitternya yang dicuit pada Minggu (3/3/2019) dan hingga Selasa (5/3/2019) ini sudah diretweet sebanyak 4735 dan disukai 16 ribu netizen. “Semua kartu sudah dibagikan. Tinggal satu di sakunya, untuknya sendiri: Kartu Pradungu,”kata Rocky.

Untuk diketahui, dalam pidato terebut, Jokowi memperkenalkan dua kartu, yakni Kartu Sembako Murah dan KIP kuliah. “Jadi kalau selama ini KIP hanya sampai SMA/SMK, nanti akan ada KIP Kuliah,”katanya.

Selanjutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta ini kembali mengeluarkan sebuah kartu yang dia sebut Kartu Pra Kerja.

Kartu ini, kata dia, ditargetkan dapat meningkatkan keterampilan untuk para pencari kerja, pengangguran dan korban pemutusan hubungan kerja.

“Untuk itu, saya luncurkan kartu pra-kerja untuk program vokasi, re-skilling dan up-skilling bagi para pencari kerja, penganggur dan yang akan berganti pekerjaan,” ujar dia.

Program kartu tersebut mendapatkan kritikan tajam. Wakil Ketua MUI ustadz Tengku Zulkarnain mengkritik kartu Jokowi tersebut di akun twitter pribadinya.

 “Kalau Angkatan Prakerja yg Jumlahnya 7 Jutaan Orang Digaji Rata Rata 2 Juta Rupiah Sebulan. Itu Duitnya Mencapai 14 Trilyun Sebulan. Satu Tahun 168 Trilyun. Wong Mau Menanggulangi Bencana Palu dan Lombok Saja Duitnya Mau Ngutang. Terus Bayarnya Pakai Uang Apa ya? Nanya Nih!” cuit @ustadtengkuzul.

Sementara, Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Ledia Hanifa mengungkapkan program tersebut bisa membuat ketergantungan karena pemegang kartu tetap digaji meskipun belum mendapat kerja.

Seharusnya, kata dia, lebih diproaktif dan dilatih lebih baik supaya mereka bisa berkembang. “Karena kalau nggak, ketergantungannya cukup besar,” kata Ledia.

Dia mengatakan Kartu Pra-Kerja tidak bisa menyelesaikan permasalahan pengangguran di RI, karena salah satu solusi pengangguran di Tanah Air adalah bagaimana menyiapkan potensi warga yang sudah siap bekerja.