Dukung Prabowo-Sandi, Tokoh NU ini Heran dengan Hembusan Isu Wahabi-HTI

Puolitik.com – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri KH Muhammad Idrus Ramli mengaku heran dengan isu jika mendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 berarti berkumpul dengan Wahabi dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Saya merasa heran dengan isu-isu yang sampai kepada saya, bahwa kalau mendukung paslon 02 berarti berkumpul dengan Wahabi dan HTI,”kata dia seperti dikutip dari laman facebooknya, Senin (1/4/2019).

Pria yang juga sempat menjadi Anggota Dewan Pakar PWNU Jawa Timur ini mengatakan dirinya menghadiri acara paslon 02, dan yang mengundang adalah orang Aswaja.

“Padahal saya hampir setiap hari menghadiri acara di mana-mana, semua yang mengundang justru orang-orang ASWAJA dan nahdliyyin kultural. Mereka rata-rata pro-02. Mereka juga meyakini sifat wajib 20 bagi Allah, mengadakan kenduri dan tahlilan, merayakan maulid, mencium tangan kiai dan lain-lain,”jelasnya.

“Alhamdulillah. Selalu bersama ASWAJA. Mantap ke 02. Tentu dengan tetap menghargai dan menyayangi saudara-saudaraku yang pro-01,”pungkas Kiai kelahiran Rambipuji, Jember, 1 Juli 1975 ini.

Tudingan ini salah satunya dialamatkan mantan Ketua Umum PPP yang kin terjerat kasus korupsi, Romahurmuziy yang menuding semua mantan kader organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berkumpul dan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Hal itu ia katakan saat merespons masyarakat yang masih percaya terhadap pelabelan Jokowi sebagai presiden yang anti-Islam. Ia menyatakan para kader eks HTI itu meluapkan kemarahannya kepada Jokowi melalui berbagai isu fitnah bernuansa agama karena organisasinya dibubarkan oleh pemerintah.

“Karena memang ada komponen saudara-saudara kita umat Islam yang tersakiti hatinya dan merasa marah karena dibubarkan organisasinya, yaitu HTI. Mereka [Eks HTI] semua berkumpul di sana [kubu Prabowo-Sandiaga],” kata politikus yang akrab disapa Romy itu di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/2) malam, dikutip CNN Indonesia.

Atas tudingan itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyatakan, tudingan bahwa capres 02 Prabowo Subianto didukung tak akan memengaruhi pemilih.

Juru Bicara BPN Faldo Maldini menyebutkan, tudingan bahwa kubu Prabowo didukung Wahabi, ekstremis, golongan radikal, hingga HTI sudah kerap dilontarkan oleh kubu lawan. BPN tak ambil pusing dengan adanya tudingan tersebut.

“Saya mungkin menunggu tudingan lain yang mereka akan tampilkan kepada kita. Tapi, yang tidak jauh lebih penting, kita tidak akan terpengaruh, apalagi pemilih. Masyarakat sudah pintar kok,” kata Faldo Maldini di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (14/3/2019).