Prabowo: Sebentar Lagi Indonesia Menang

DCIM/102MEDIA/DJI_0546.JPG
Kampanye akbar Prabowo

Puolitik.com – Calon Presiden, Prabowo Subianto saat menggelar kampanye di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (10/4/2019) di depan ribuan pendukungnya menyampaikan bahwa sebentar lagi Indonesia menang karena rakyat menginginkan perubahan.

“Saudara-saudara kita hari ini kumpul dengan rasa optimisme, kita merasa sebentar lagi Indonesia menang. Kita merasakan saya merasakan sekeliling saya kemana-mana, kabupaten demi kabupaten, provinsi demi provinsi saya melihat mata rakyat Indonesia saya merasakan getaran hati rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Dia mengungkapkan selama berkeliling Indonesia dirinya merasakan keinginan rakyat untuk perubahan bangsa sangat kuat. Rakyat ingin kehidupan yang lebih baik untuk anak cucunya.”Saudara-saudara sekalian saya rasakan kali ini rakyat sudah bangkit,” tegasnya.

Bahkan dalam setiap kampanye di daerah, pasangan Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno itu selalu mendapat dukungan moril maupun materi langsung dari rakyat dan bukan dia yang memberi. “Saudara-saudara, kalian tadi mengatakan kepada saya kalian ke sini dari tempat yang jauh, kalian bukan dibagi-bagi uang dan bahkan kalian mengumpulkan uang untuk kami,” kata Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa antusias warga Solo dan sekitarnya yang luar biasa baik di dalam maupun di luar stadion menunjukkan sebuah isyarat bahwa kehendak rakyat yang ingin mendapat pemimpin yang baru.

“Alhamdulillah, alhamdulillah hari ini di Solo ini kita lihat rakyat Jawa Tengah sebenarnya juga sangat ingin perubahan saudara sekalian, karena itu saya tegaskan kembali di sini kami perjuangan Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Pada kampanye tersebut, dikatakannya, pasangan Prabowo-Sandi sepakat untuk bersih dari korupsi. Prabowo mengatakan nantinya jika terpilih akan meminta kepada partai politik pengusung agar memberikan kader terbaiknya untuk membantu dalam pemerintahan.

“Kami akan bentuk pemerintahan yang bersih dari korupsi. Saya akan minta dari partai, kasih putra dan putrimu yang terbaik, kader dan tokoh terbaik. Di Partai Demokrat, salah satunya AHY (Agus Harimurti Yudhoyono, Red),” katanya pula.

Ia mengatakan nasib bangsa dan rakyat terlalu penting untuk dipermainkan oleh segelintir orang. Oleh karena itu, pada masa awal pemerintahannya nanti, pihaknya akan melakukan beberapa program yang bersifat meringankan masyarakat.

“Kami bisa turunkan harga listrik, harga daging, dan harga sembako di 100 hari pertama masa pemerintahan. Penghasilan petani juga akan kami jamin. Pupuk kami kirim ke petani,” katanya pula.

Prabowo juga menegaskan akan menghentikan impor yang tidak perlu dan akan membangun ratusan pabrik baru di dalam negeri, di antaranya pabrik mobil, sepeda motor, pesawat terbang, dan kapal.

“Nelayan akan kami bantu semua, orang lemah kami bantu, yang kurang pintar kita bantu supaya pintar. Kurang modal dan miskin akan kami bantu. Bagaimana pun juga Pemerintah Indonesia harus pemerintah yang membela rakyatnya. Tetapi tolong, menangkan kami dulu pada 17 April,” katanya lagi.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan Indonesia sedang sakit parah karena banyak kekayaannya yang berada di luar negeri. “Ibu Pertiwi sedang diperkosa. Negara ini dalam keadaan arah yang keliru. Kalian (masyarakat, red) tidak mau lagi dengan arah yang salah ini,” ujarnya.

Ia mengatakan selama ini kekayaan negara hanya menguntungkan dan memperkaya segelintir orang. “Segelintir orang ini yang membiarkan kekayaan Bangsa Indonesia, milik ratusan juta rakyat Indonesia dibawa ke luar negeri. Sekarang rakyat Indonesia sudah paham bahwa kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia,” katanya.

Ia mengatakan rakyat ingin perubahan dari arah yang keliru kembali ke arah yang benar. “Tetapi hari ini kita berkumpul di sini dengan rasa optimisme. Sebentar lagi Indonesia menang. Saya merasakan sekeliling saya ke mana-mana, kabupaten demi kabupaten, provinsi demi provinsi. Saya melihat mata rakyat, getaran hati rakyat Indonesia,” katanya.

Sementara itu, dikatakannya, selama menjalani masa kampanye banyak kesulitan dan hambatan yang dihadapi oleh tim sukses Prabowo-Sandi.

“Tadinya kami mau kampanye di Semarang, di Lapangan Simpang Lima tapi katanya tidak boleh. Saya ingat dulu pada tahun 2009, saya wakilnya ibu Mega dan kami melawan bapak SBY. Tetapi saat itu tidak ada larangan kampanye ke mana-mana,” katanya.

Meski menghadapi berbagai kesulitan, ia mengaku tidak takut, gentar, dan tidak akan berlutut kepada pihak yang merugikannya. “Lebih baik mati daripada menyerah kepada orang-orang itu,” katanya.