Ulama Kharismatik KH Maimoen Zubair Berpulang

JAKARTA – Tokoh dan ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) KH Maimun Zubair dikabarkan wafat di Mekah, Selasa pukul 08.17 WIB. Info tersebut disampaikan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD melalui akun Twitter @mohmahfudmd.”Inna lillah wa innaa ilaihi raji’un. Kyai Maimoen Zubeir (Mbah Moen) wafat di tanah suci Makkah jam 8.17 WIB tadi,” tulis Mahfud dalam akun Twitternya.

Mahfud MD mengaku menerima info tersebut langsung dari orang terdekat Mbah Moen, yang bernama Supri.”Beliau wafat di tempat yang dicintainya. Saya mendapat kabar langsung berita ini dari Pak Supri, salah seorang terdekat Mbah Moen. Jadi, insyaallah, ini bukan hoaks,” tulis Mahfud.

Mbah Moen wafat di usia 90 tahun. Mbah Moen merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang. Ia menjabat sebagai Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan Pembangunan.

Mbah Moen yang mumpuni dari segi keilmuan dan kesepuhan sebagai seorang ulama, punya massa besar. Tak heran bila ia jadi incaran siapa pun yang tengah menggalang kekuatan dalam pemenangan pemilu.

Terlebih, Mbah Moen sendiri tak cuma sosok ulama. Ia pun politikus kawakan. Sejak muda, ia telah bergabung dengan PPP, dan hingga kini tetap berkiprah di partai itu.

Pada 1970-an, Mbah Moen menjadi anggota DPRD Rembang selama 7 tahun. Begitu purna-tugas di DPRD Rembang, Mbah Moen yang ingin fokus mengurus pondoknya justru kembali ditunjuk untuk mengemban jabatan legislatif. Ia menjadi anggota MPR RI utusan Jawa Tengah selama tiga periode.

Di jagat politik, Mbah Moen tergolong low profile. Saat beberapa kader NU ramai mendirikan Partai Kebangkitan Bangsa pada 1998, ia tenang saja dan tetap bersetia di PPP.Pengaruh besar di kalangan masyarakat muslim membuat Mbah Moen diangkat menjadi Ketua Dewan Syuro PPP.

Selanjutnya, ia bersama Romahurmuziy, Lukman Hakim Saifuddin, dan Zarkasih Nur tercatat duduk di Majelis Tinggi (A’la) PPP periode 2016-2021.