Saat Komika Bintang Emon Sindir Pelaku Penyiram Novel Baswedan: Kalau Air Keras, Ya Kekerasan

JAKARTA – Komika Bintang Emon kembali viral saat menyindir kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini, kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, telah mendapatkan hasil. Jaksa menyatakan para terdakwa tidak sengaja melakukan penyiraman air keras tersebut pada April 2017 lalu.

Read More

Kedua penyerang Novel yang juga polisi aktif, Brigadir Rahmat Kadir dan Brigadir Ronny Bugis, dituntut 1 tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penganiayaan berat dengan terencana.

Dalam video yang diunggah di akun instagramnya, Jumat (12/6/2020) lalu, Bintang Emon menyampaikan sejumlah kejanggalan dalam tuntutan itu. Dia menggunakan logika berpikir sederhana yang membuat masyarakat mudah memahami dan menyampaikannya dengan bahasa yang kocak.

“Katanya enggak sengaja, tapi kok bisa terkena muka? Kita tinggal di bumi, gravitasi pasti ke bawah. Menyiram badan enggak mungkin meleset ke muka kecuali Pak Novel Baswedan memang jalannya handstand bisa lu protes, ‘Pak hakim saya niatnya nyiram badan cuma gara-gara dia jalannya bertingkah jadi kena muka’ bisa, masuk akal. Sekarang kita cek yang enggak normal cara jalannya Pak Novel Baswedan atau tuntutan buat kasusnya,” kata Bintang Emon seperti dikutip pada Jumat (12/6/2020).

Dikatakan Emon, ini penyerangan tersebut bukanlah pelajaran untuk Novel Baswedan melainkan sudah masuk kasus kekerasan.

“Katanya cuma buat kasih pelajaran, lu kalau mau kasih pelajaran, Pak Novel Baswedan jalan lu pepet, lu bisikin, ‘Eh tahu gak kita punya grup yang enggak ada lu-nya loh‘ pergi, nah pasti insecure ‘Ih salah gue apa ya?’, introspeksi Pak Novel, pelajaran jatuhnya. Air keras dari namanya udah keras, kekerasan gak mungkin keairan,” ujarnya.

Ditambah lagi peristiwa penyiraman air keras itu terjadi pada seusai salat subuh. Menurut Bintang Emon, tidak masul akal jika para pelaku terebut beralasan tidak sengaja melakukannya.

“Katanya enggak sengaja, tapi niat bangun subuh. Asal lu tahu subuh itu waktu salat yang godaan setannya paling kuat, banyak yang enggak bangun subuh. Gue, temen-temen gue, banyak yang kelewat. Tapi ini ada yang bangun subuh bukan buat salat subuh, tapi buat nyiram air keras ke orang yang baru pulang salat subuh,” jelasnya.

“Jahat enggak? Jahat. Siapa yang diuntugin? Setan. Jadi ada pembenaran. Tuh kan bener kata gue mending tidur aja. Sekalinya melek nyelakain orang kan lu. Ngerasa benar setan gara-gara lu, respect setan sama lu, manteb-lah,”pungkasnya.