Bapenda Pacitan Sukses Capai Target Pemasukan Pajak PBBP2

PACITAN – Prestasi cukup membanggakan kembali ditorehkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pacitan.

Pasalnya, organisasi perangkat daerah (OPD) dibawah kendali Sakundoko tersebut berhasil mencapai target pemasukan pajak, bumi dan bangunan, pedesaan, dan perkotaan (PBBP2) Tahun 2020 senilai Rp 16.800.000.000.

Namun begitu, tantangan di Tahun 2021 tidaklah gampang. Terlebih wabah coronavirus disease covid-19 sampai detik ini tak kunjung usai.

Terkait hal itu, Bupati Pacitan Indartato, melakukan percepatan pencetakan massal surat pemberitahuan pajak terhutang (SPPT) PBBP2 Tahun 2021 di awal tahun dengan harapan masyarakat bisa mempersiapkan diri untuk memenuhi kewajiban pajak atau tanah dan bangunan yang dimilikinya.

“Atas nama Pemkab Pacitan, saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapenda dan masyarakat wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya,” kata Indartato, saat melakukan launching pencetakan massal SPPT PBB P2 Tahun 2021, Jumat (29/1).

Bupati berharap dengan lebih awal dilaksanakan pencetakan SPPT PBBP2, masyarakat akan lebih awal mengetahui dan mempersiapkan diri untuk bisa memenuhi kewajibannya.

“PBBP2 ini wajib bagi masyarakat pemilik tanah dan bangunan. Namun kami imbau, agar kebijakan ini tidak membebani masyarakat,” pesan orang nomor satu di Pemkab Pacitan ini.

Sementara itu, ditempat terpisah Kepala Bapenda Kabupaten Pacitan, Sakundoko mengatakan, jumlah SPPT PBBP2 Tahun 2021 tercatat sebanyak 638.216. Jumlah tersebut bertambah 9.646 dari ketetapan tahun sebelumnya.

“NJOP bumi  senilai Rp 27.230.929.214 dan  bertambah Rp 387.096.449. sedangkan untuk bangunan senilai Rp 3.660.642.477 dan bertambah Rp 338.081.249 dari tahun sebelumnya,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan ini.

Menurut Sakundoko penambahan objek pajak SPPT Tahun 2021 terbesar berasal dari hasil perekaman baru data tanah dan program PTSL sejumlah 7751 bidang. “Alhamdulillah pada tahun lalu target kita sebesar Rp 16.800.000.000 bisa terlampaui. Dan tahun ini target kita menjadi Rp 17.100.000.000. Semoga masyarakat tetap diberikan kesehatan sehingga bisa melunasi kewajibannya sebelum jatuh tempo pada 30 September nanti,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama Sakundoko menegaskan, setelah pencetakan usai, akan dilanjutkan dengan proses pendistribusian. “Mudah-mudahan tidak ada keluhan masyarakat. Para wajib pajak akan bisa segera memenuhi kewajibannya meski badai pandemi global coronavirus belum usai. Mohon doa dan dukungannya,” pungkas Sakundoko.

Hadir pada kesempatan tersebut, Sekkab Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putro, dan Assiten Sekkab Bidang Kesejahteraan Masyarakat, KU Mahmud. (yun)