Gugus Tugas Pacitan Minta Masyarakat tak Panik Terkait Kurangnya Stok Vaksin

PACITAN – Juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, meminta masyarakat tidak panik, seiring bergulirnya kabar kalau kiriman vaksin sinovac dari Pemprov Jatim, masih kurang cukup banyak.

Dalam keterangan persnya, Rachmad menegaskan, vial yang dikirim bukannya kurang, namun memang proses pengirimannya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Read More

Perlu diketahui, lanjut dia, bahwa dari sejumlah merek vaksin yang ada, saat ini hanya sinovac yang dinyatakan siap untuk diproduksi.

“Perlu juga dipahami hampir seluruh negara di dunia sangat butuh vaksin tersebut. Sehingga saat ini memang saling berebut untuk mendapatkan vaksin sinovac dari China. Malah beberapa negara ada juga yang belum bisa membeli, seperti Malaysia misalnya,” kata Rachmad, Jumat (29/1).

Menurut Rachmad, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bahwa vaksinasi akan dilaksanakan bertahap selama 15 bulan. Meskipun presiden menginginkan kegiatan vaksinasi di Indonesia bisa tuntas selama 12 bulan. “Setidaknya 70 persen penduduk Indonesia bisa mendapatkan vaksinasi sinovac. Itu harapan presiden,” jelasnya.

Nah, untuk Pacitan sendiri, sesuai tahapan yang ada pertama akan diberikan kepada tenaga kesehatan, sebanyak 2.080 orang.

Memang dari jumlah tersebut, seandainya dibutuhkan dua kali vaksinasi, persediaan vaksin setidaknya sebanyak 4.160 vial. “Sementara yang sudah datang ada 2.400 vial. Tentu ini sudah cukup untuk melakukan vaksinasi kepada 1.200 tenaga kesehatan.

Sedangkan lainnya, akan dilaksanakan secara bertahap. Sekali lagi bukannya kurang, namun dikirim dan dilaksanakan kegiatan vaksinasi secara bertahap,” beber pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan ini. (yun).