IDI Pacitan Pastikan Vaksin Sinovac Aman

Presiden Jokowi menerima suntikan dosis pertama vaksin COVID-19. (Foto: Setkab RI)

PACITAN – Memberikan persuasif kepada 250 juta lebih penduduk Indonesia soal vaksin covid-19, memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Begitupun dengan 586 ribu lebih penduduk di Pacitan.

Beragam karakter dan pendapat pun terus bergulir. Pro dan kontra terus mewarnai rencana pemerintah untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi covid-19.

Read More

Dulu, ketika awal pandemi terjadi, masyarakat menyerukan agar pemerintah sebisa mungkin mendapatkan vaksin. Namun setelah vaksin ditemukan dan diproduksi, tak sedikit dari mereka yang ragu dan menuding vaksin sinovac tidak aman dan tidak halal.

Setelah pemerintah dengan Badan POM menerbitkan rekomendasi aman dan juga MUI dengan fatwa halalnya, pergunjingan miring pun tak kunjung usai. Banyak dari masyarakat yang mendesak agar Presiden Jokowi sebagai orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin asal China tersebut dan disiarkan secara live tanpa ada rekayasa.

Begitupun ketika orang nomor satu di Indonesia itu telah divaksin, beragam pendapat miring pun terus mengalir deras. Ada dari mereka yang mengatakan, kalau vaksin yang disuntikkan buat presiden, itu berbeda dengan yang akan disuntikan untuk masyarakat luas.

Menanggapi beragam argument masyarakat, Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, dr Johan Tri Putranto menegaskan, agar masyarakat tidak bimbang.

Perlu diketahui, vaksin sinovac sebelum diproduksi sudah melalui beribu kali uji klinis. Hasilnya memang bagus dan bermutu sebagai upaya untuk memberikan imun kepada masyarakat terhadap serangan covid-19.

“Pemerintah sudah memiliki tenaga ahli dalam hal vaksinasi. Apalagi sudah sejak Tahun 1.950’an, pemerintah sudah berpengalaman dalam hal vaksinasi. Dan sudah jutaan nyawa masyarakat terselamatkan,” ujarnya, Jumat (29/1).

Kemudian mengenai grade harga yang banyak digunjingkan kalau sinovac dijual dengan beberapa klas harga tertinggi hinggap kelas terendah, dokter yang dipercaya mengendalikan UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, juga membantahnya.

“Sinovac tidak ada grade harga. Semua sama, baik dari sisi kualitas maupun harga jual,” tegas dia.

Pernyataan senada juga disampaikan juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto.

Pejabat yang juga memiliki basic keilmuan dibidang kefarmasian ini menyatakan, kalau sinovac tak perlu diragukan lagi.

Selain efek samping yang bisa diminimalisir, pun kualitas sinovac juga sangat bagus. “Itu terbukti dari beberapa temuan vaksin lainnya, hanya sinovac yang layak untuk digunakan diseluruh negara. Tidak terkecuali di Indonesia,” tuturnya ditempat terpisah.

Rachmad juga menegaskan, kalau sinovac tidak mengandung genetik kera seperti yang banter dituduhkan. Memang pada saat dilakukan uji klinis, genetik kera yang digunakan sebagai media. “Badan POM dan juga MUI sudah mengeluarkan rekomendasi dan fatwa kalau sinovac aman dan halal untuk dipergunakan sebagai vaksin covid-19,” tegasnya. (yun).