Silaturahmi ke MUI, BKPRMI Banten Sinergikan Program Dakwah dan Keumatan

SERANG – Pengurus Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Banten bersilaturahmi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, pada Rabu yang lalu (27/1/2021).

Kedatangan pengurus BKPRMI ke kantor MUI Banten yang berada di Kota Serang dipimpin langsung oleh Ketua BKPRMI Provinsi Banten Mumtaazul Ibaad.

Menurut Mumtazul Ibaad kedatangannya ke Kantor MUI Banten dalam rangka bersinergi dalam program-program dakwah dan keumatan yang ada di Provinsi Banten.

“BKPRMI sendiri ingin menyamakan persepsi dan mensinergikan program agar dapat bersama-sama berdakwah dan membangun umat,” ungkap Mumtaz.

Mumtaazul Ibaad mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari MUI Banten. Karena tidak hanya dari MUI, tapi hadir juga dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten dan Kanwil Kemenag Banten.

“Sangat mengejutkan sekali bagi kami karena menghadirkan beberapa stakeholder yang berkaitan dengan keagamaan. Jadi ketika kami bersilaturahmi, ketua MUI juga mengumpulkan dari Kementerian Agama, LPTQ, dan DMI,” ungkapnya.

Ia menyambut baik ajakan Ketua MUI Banten, AM Romly untuk bersama-sama membangun umat, seperti memberantas buta baca tulis Alquran. Karena itu pula, BKPRMI sebagai bagian dari pelayan umat, khususnya dalam bidang pembinaan Alquran bagi generasi muda dan remaja masjid.

Menurutnya, banyak sekali program keumatan yang dapat disinergikan dengan MUI, LPTQ, DMI, dan Kementerian Agama. Seperi pembinaan dalam musabaqah tilawatil Quran. Kemudian dari segi kemasjidan, dalam pengelolaan wakaf dan pengembangan masjid yang ada di Banten.

“Sebagai aktivis masjid, kami ingin Alquran membumi di Banten. Masjid-masjid dimakmurkan dan ada pemberdayaan. Kemudian dalam penyelenggaraan event keagamaan tidak saling mengandalkan, tapi saling menguatkan satu sama lain,” kata Mumtaz.

Hal yang sama juga disampaikan Direktur Wilayah Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Alquran (LPPTKA) BKPRMI Banten A Sanusi. “Sambutan luar biasa dari MUI, kami merasa punya orang tua. Sesuai fungsinya, MUI adalah rumah besar umat Islam. Program kami sejalan, seperti dengan LPTQ. Dari survey LPTQ bahwa tingkat kemampuan membaca Alquran di Banten masih rendah, kami harus berkontribusi untuk meningkatkan kemampuan membaca Alquran di masyarakat melalui lembaga pendidikan yang kami bina dan kembangkan,” ungkapnya.

Ketua Umum MUI Provinsi Banten AM Romly berpesan kepada pengurus BKPRMI Banten yang rata-rata masih muda untuk semangat mengembangkan dakwah Islam di Banten, sesuai dengan visi misi dan tujuan BKPRMI didirikan.

Ia juga menyarankan agar membangun sinergi dengan lembaga lembaga lain yabg ada di Banten. “Makanya pada pertemuan ini kami hadirkan dari perwakilan Kemenag, DMI, dan LPTQ,” kata Romly.

Sekretaris Umum MUI Banten Zakaria Syafei juga berpesan kepada BKPRI untuk ikut meningkatkan pemberdayaan pengurus masjid dan membuat program agar aktivitas di masjid menjadi lebih hidup. “Seperti di masjid-masjid di jalan raya atau masjid-masjid yang sering dilalui dan dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk singgah dan beribadah,” ungkap Zakaria.

Pada pertemuan di aula MUI Banten, hadir juga Kepala Seksi Seni Budaya Islam, Musabaqoh Al-Quran dan Al-Hadits Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Banten Damanhuri, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Banten Rasna Dahlan, dan Sekretaris Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Banten Uesul Qorni.

Ketiga lembaga itu memiliki keterkaitan dengan misi dan program kerja BKPRMI, antara lain di bidang keagamaan. BKPRMI sendiri menyamakan persepsi dan mensinergikan program agar dapat bersama-sama berdakwah dan membangun umat.