Gatot Nurmantyo Ungkit PKI di TNI, untuk Apa?

JAKARTA – Momen peringatan G30S/PKI, nama mantan Panglima TNI, Gatot nurmantyo acap muncul ke permukaan.

Kali ini, Ia berkoar soal penyusup PKI di tubuh TNI. Atas dasar apa Sang Jenderal melayangkan tudingan itu? Mungkinkah langkah Gatot tersebut diambil demi kembali menjejakkan kaki di panggung politik tanah air?

Ada paham komunis menyusup ditunggu TNI. Kesan tersebut seolah ingin didengungkan oleh mantan Panglima TNI Gatot nurmantyo dalam sebuah diskusi bertajuk TNI versus PKI baru-baru ini.

Namun pernyataan Gatot tersebut tak sekonyong-konyong terlontar begitu saja dari mulutnya. Ia meyakini, hilangnya patung dalam diorama penumpasan G30S/PKI di museum Dharma Bakti, yang terletak di area Markas Kostrad, Jakarta Pusat menjadi bukti sahih masuknya paham komunis di tubuh Tentara Nasional Indonesia.

Pernyataan Gatot itupun ibarat menabuh genderang perang bagi institusi TNI sangkaan Gatot Nurmantyo dianggap tak berdasar dan keji.

Penjelasan tertulis yang dirilis, pihak Kostrad meluruskan soal hilangnya patung tiga tokoh penumpasan G30S/PKI.

Pembongkaran patung diinisiasi oleh Letjen TNI Purnawirawan Aswin Yusri Nasution, selaku orang yang memiliki ide membuat patung tersebut saat dirinya menjabat sebagai Pangkostrad.

Tak ada niatan Kostrad untuk menghilangkan sejarah peristiwa kelam yang menimpa para Jenderal TNI di tahun 1965. Kendati dalih pembongkaran diorama sudah dibeberkan, polemik tak begitu saja selesai. (TV One)